https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Kinerja Awal 2026 Moncer, PTPN IV Regional III Lampaui Target Produksi

SIBERMEDIA.NET,Kampar — PTPN IV Regional III mencatat awal tahun 2026 dengan performa operasional yang solid. Baik sektor kebun maupun pengolahan menunjukkan capaian di atas target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Dalam kunjungan kerja tim Operational Strategic Advisory (OSA) dari Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) di unit Kebun dan PKS Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau, manajemen Regional III memaparkan berbagai capaian kinerja yang dinilai menggembirakan.

Operation Head Regional III, Sori Ritonga, menyebutkan bahwa produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti berhasil melampaui target pada dua bulan pertama tahun ini. Realisasi produksi mencapai sekitar 244 ribu ton atau 105 persen dari target 230 ribu ton.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan efektivitas perbaikan tata kelola operasional yang telah dijalankan perusahaan, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga manajemen panen dan pengolahan.“Kinerja ini menunjukkan upaya perbaikan yang kami lakukan mulai membuahkan hasil,” ujarnya.

Tak hanya di sektor kebun, performa pabrik kelapa sawit (PKS) juga mencatat hasil positif. Hingga awal 2026, volume TBS yang diolah mencapai lebih dari 417 ribu ton, melampaui target RKAP.

Dari pengolahan tersebut, produksi crude palm oil (CPO) mencapai 33,58 ribu ton atau 117 persen dari target. Sementara produksi inti sawit (kernel) tercatat 9,2 ribu ton atau 137 persen dari target. Tingkat kehilangan minyak (oil losses) juga berhasil ditekan di bawah standar industri.

Sori menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari disiplin operasional serta berbagai inisiatif efisiensi yang terus diperkuat di seluruh lini.

Dalam kesempatan yang sama, tim OSA yang dipimpin Amal Bakti Pulungan dan Ahmad Haslan Saragih memberikan apresiasi atas peningkatan kinerja tersebut.

Ahmad Haslan menekankan pentingnya pengendalian harga pokok produksi (HPP) agar kinerja operasional semakin optimal. Ia juga menyoroti penerapan sistem hatch and carry sebagai inovasi yang perlu terus dikaji dampaknya.

Sementara itu, Amal Bakti Pulungan menilai kinerja Regional III menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu, terutama dari sisi produktivitas kebun yang kini telah melampaui capaian sebelumnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar manajemen tidak cepat berpuas diri dan terus mencari peluang perbaikan guna menghadapi target yang semakin menantang ke depan.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke area kebun dan fasilitas PKS Sei Pagar guna memastikan implementasi operasional berjalan sesuai strategi yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *