SIBERMEDIA.NET,Bandar Lampung — Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas menjadi fokus dalam talk show yang digelar במסגרת Musrenbang Provinsi Lampung 2026 pada Senin (13/4/2026).
Diskusi ini mengangkat tema akselerasi pertumbuhan melalui peningkatan produktivitas, investasi, serta penguatan industri berbasis potensi daerah.
Dalam forum tersebut, perwakilan Bank Indonesia, Bimo Epyanto, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Lampung saat ini berada pada jalur yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi tercatat berada di atas 5 persen, dengan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama yang menunjukkan kinerja signifikan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa menjaga laju pertumbuhan tersebut bukan tanpa tantangan. Menurutnya, diperlukan upaya lebih besar untuk mempertahankan momentum, terutama melalui peningkatan produktivitas dan penguatan sektor unggulan daerah.
Selain itu, Bimo juga mengingatkan adanya potensi tekanan dari faktor global, seperti gangguan rantai pasok dan fluktuasi harga komoditas, yang dapat berdampak pada inflasi dan ketersediaan barang di dalam negeri.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menegaskan bahwa data memiliki peran sentral dalam setiap tahapan pembangunan. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan program tidak lagi dapat dinilai tanpa dukungan data yang akurat dan terukur.
Menurutnya, data tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata. Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan, di mana beberapa daerah mencatat pertumbuhan tinggi namun belum diikuti dengan penurunan angka kemiskinan atau pengangguran.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmadriswan turut mengajak pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung pada Mei hingga Agustus. Ia menekankan pentingnya kontribusi masyarakat dalam menyediakan data yang valid guna mendukung perencanaan ekonomi yang lebih efektif.
Dari kalangan akademisi, Intan Fitri Meutia menyoroti perlunya pendekatan strategis dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Ia menekankan tiga aspek utama, yakni keselarasan kebijakan dengan data, kelincahan birokrasi, serta keberlanjutan program pembangunan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan publik harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.
Melalui diskusi ini, para pemangku kepentingan sepakat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung










