https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

PLTBg Berbasis Limbah Sawit Jadi Strategi PalmCo Hadapi Fluktuasi Energi Global

SIBERMEDIA.NET,JAKARTA — Lonjakan dan ketidakpastian harga energi fosil di tengah dinamika geopolitik global mendorong berbagai sektor industri untuk beradaptasi.

Salah satu langkah strategis datang dari sektor perkebunan melalui pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah.

Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi alternatif.

Melalui pengolahan limbah tersebut, perusahaan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) guna menopang kebutuhan energi pabrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar respons atas kondisi energi global saat ini.

“Fluktuasi harga energi fosil saat ini semakin menguatkan bahwa langkah pengembangan energi terbarukan yang kami lakukan sudah tepat. PLTBg memungkinkan kami menjaga efisiensi sekaligus mengurangi penggunaan solar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Saat ini, PalmCo mengoperasikan dua fasilitas utama, yakni PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun. Keduanya menggunakan teknologi covered lagoon untuk mengolah limbah cair menjadi biogas, yang kemudian dikonversi menjadi energi listrik. Energi tersebut dimanfaatkan langsung untuk operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PPIS Tandun.

Pemanfaatan biogas ini terbukti mampu menekan penggunaan bahan bakar solar secara signifikan. Sepanjang periode 2023 hingga 2025, konsumsi solar berhasil dikurangi lebih dari 2,6 juta liter.

Dari sisi finansial, efisiensi tersebut memberikan dampak nyata. Perusahaan mencatat penghematan biaya energi mencapai sekitar Rp39,5 miliar dalam tiga tahun terakhir.

Direktur Strategy & Sustainability PalmCo, Ugun Untaryo, menyebut bahwa langkah ini juga mencerminkan penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri sawit.

“Ini adalah bagian dari ekonomi sirkular. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini diubah menjadi sumber energi bernilai,” jelasnya.

Sepanjang tahun lalu, kedua fasilitas PLTBg tersebut mampu mengolah lebih dari 293.000 meter kubik limbah cair. Proses ini menghasilkan jutaan meter kubik gas metana yang dimanfaatkan sebagai energi sekaligus mencegah emisi gas rumah kaca terlepas ke atmosfer.

Di tengah dorongan global untuk menekan emisi dan mempercepat transisi energi, langkah PalmCo dinilai relevan. Pemanfaatan limbah sebagai sumber energi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi industri.

Ke depan, model pengelolaan energi berbasis limbah ini berpotensi menjadi acuan bagi perusahaan perkebunan lain dalam menghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *