https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Kunjungan OSA PTPN III ke PTPN IV Regional VII, Soroti Produksi hingga Pengamanan Aset

SIBERMEDIA.NET,Lampung – Tim Operational Strategic Advisory (OSA) dari Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PTPN IV Regional VII guna memperkuat strategi operasional dan mendorong peningkatan kinerja produksi kebun.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pendampingan strategis holding agar implementasi program peningkatan produktivitas di tingkat operasional berjalan optimal.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran manajemen regional, di antaranya Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, Operation Head Budi Susilo, serta para pimpinan unit kebun dan pabrik.

Region Head Denny Ramadhan menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim OSA yang dinilai membawa banyak pengalaman dan wawasan bagi insan planters di Regional VII.

“Kehadiran tim OSA ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar dan menyerap pengalaman yang nantinya dapat diterapkan dalam operasional sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan OSA Amal Bakti Pulungan mengapresiasi perkembangan kinerja operasional di Regional VII yang dinilai menunjukkan tren positif, khususnya pada kondisi tanaman.

“Dari kunjungan pertama hingga saat ini, terlihat adanya perbaikan signifikan, terutama pada kondisi tanaman yang semakin baik,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tingginya harga komoditas saat ini juga berpotensi meningkatkan risiko kehilangan produksi akibat pencurian.

“Harga yang tinggi berbanding lurus dengan potensi kehilangan produksi. Karena itu, pengamanan aset harus menjadi perhatian serius agar tidak terjadi kebocoran yang merugikan perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Haslan Saragih menekankan pentingnya langkah strategis dalam menjaga produktivitas tanaman, terutama melalui percepatan program pemupukan atau nutrient catch up di tahun 2026.

“Pemupukan harus dilakukan secara merata dan tepat sasaran, termasuk pemberian tandan kosong, karena sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi panen puncak yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat, salah satunya melalui pemetaan ulang tenaga pemanen.

“Pemetaan tenaga pemanen perlu dilakukan agar rotasi panen berjalan optimal dan tidak terjadi keterlambatan,” tambahnya.

Selain itu, pengelolaan penyakit tanaman seperti Ganoderma juga menjadi perhatian penting agar tidak mengganggu produktivitas kebun.

Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara holding dan regional dalam meningkatkan kinerja operasional, menjaga aset perusahaan, serta mendorong pencapaian target produksi secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *