https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Sawit, PalmCo Siap Groundbreaking Fasilitas Baru Pasca Lebaran

SIBERMEDIA.NET,JAKARTA, — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo yang merupakan bagian dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (Holding Perkebunan Nusantara) mempercepat pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit nasional setelah periode Lebaran 2026.

Perusahaan tersebut berencana memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Sumatera Utara, dalam waktu dekat.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga lintas sektor sebagaimana diarahkan Danantara,” ujar Jatmiko, Selasa (24/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan groundbreaking masih menunggu persetujuan pemegang saham. PalmCo menargetkan proses tersebut dapat dilakukan segera setelah Lebaran.

“Secara kesiapan kami sudah matang, tinggal menunggu keputusan pemegang saham,” katanya.

Fokus pada Produk Bernilai Tambah

Dalam transformasi bisnisnya, PalmCo mulai mengalihkan fokus dari produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Salah satu contohnya adalah pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG), yang dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan.

“Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat,” ujar Jatmiko.

Target Operasi Bertahap hingga 2028

Pada tahap awal, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2028. Fasilitas tersebut meliputi:

Pabrik margarin dan shortening berkapasitas sekitar 40.000 ton per tahun
Pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan pabrik biodiesel berkapasitas sekitar 450.000 ton per tahun pada tahap berikutnya guna mendukung ketahanan energi nasional.

Serap Ribuan Tenaga Kerja

Proyek hilirisasi ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga sekitar 2.900 orang, baik pada fase konstruksi maupun operasional.

“Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” kata Jatmiko.

Kehadiran kawasan industri ini juga diharapkan mendorong efek berganda bagi sektor lain, seperti logistik dan usaha kecil menengah di sekitar wilayah.

Perkuat Ekosistem Sawit Nasional

Dari sisi hulu, fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat. PalmCo menargetkan pada 2030 fasilitas tersebut dapat menyerap hingga 2,7 juta ton TBS per tahun, setara sekitar 567.000 ton CPO.

“Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui integrasi dari hulu ke hilir serta dukungan kebijakan nasional, PalmCo optimistis proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam transformasi industri kelapa sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *