https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat Jalani Magang di Proyek Pembangunan Rumah Sakit di Pesawaran

SIBERMEDIA. NET, PESAWARAN – Keterlibatan mahasiswa dalam dunia praktik lapangan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, khususnya pada bidang teknik sipil yang menuntut keseimbangan antara teori dan praktik.

Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam proyek konstruksi.

Hal ini menjadi latar belakang dilaksanakannya program magang berdampak oleh mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia. Para mahasiswa tersebut melaksanakan magang pada proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo yang berlokasi di wilayah Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Beberapa dosen dari Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia turut mengantarkan mahasiswa ke lokasi proyek sebagai bentuk pendampingan akademik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pelepasan mahasiswa, tetapi juga menjadi upaya memastikan bahwa proses magang berlangsung dalam lingkungan kerja yang aman dan memberikan pengalaman belajar yang optimal.

Program magang ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Selama periode tersebut, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek konstruksi, mulai dari pengamatan proses pekerjaan hingga memahami sistem manajemen proyek yang diterapkan di lapangan.

Proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo di Pesawaran menjadi salah satu pembangunan fasilitas kesehatan yang penting bagi masyarakat setempat. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan serta memperkuat sistem pelayanan medis di wilayah tersebut.

Pembangunan fasilitas kesehatan memerlukan perencanaan yang matang dan pelaksanaan konstruksi yang memenuhi standar keselamatan serta kualitas bangunan. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara sistematis dan diawasi secara ketat agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dalam proyek ini, PT Ciba Kreasi Konsultan bertindak sebagai kontraktor yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pembangunan. Perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam menangani berbagai proyek konstruksi gedung yang membutuhkan perencanaan struktur serta manajemen proyek yang terintegrasi.

Bagi mahasiswa Teknik Sipil Teknokrat, keterlibatan dalam proyek yang dikelola oleh perusahaan profesional menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari berbagai aspek pekerjaan konstruksi secara langsung dari para praktisi di lapangan.

Saat ini, pembangunan rumah sakit tersebut telah mencapai tahap konstruksi hingga lantai tiga. Progres ini menunjukkan bahwa proyek berjalan secara aktif dengan melibatkan berbagai pihak yang bekerja secara terkoordinasi.

Mahasiswa yang menjalani magang dapat mengamati secara langsung tahapan pembangunan gedung bertingkat, mulai dari pekerjaan struktur seperti pemasangan bekisting, penulangan, hingga proses pengecoran beton. Selain itu, mereka juga dapat mempelajari bagaimana perencanaan jadwal pekerjaan dilakukan agar proyek berjalan secara efektif dan efisien.

Selain aspek teknis, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai manajemen proyek konstruksi. Dalam sebuah proyek pembangunan, pengelolaan waktu, biaya, dan mutu menjadi faktor penting yang harus dijaga secara seimbang agar pekerjaan dapat selesai sesuai dengan perencanaan.

Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa juga dapat melihat bagaimana tim proyek mengelola berbagai sumber daya seperti tenaga kerja, material konstruksi, serta penggunaan peralatan di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia kerja sebagai tenaga profesional di bidang teknik sipil.

Dosen yang mendampingi mahasiswa juga memberikan arahan mengenai pentingnya sikap profesional selama menjalani masa magang. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga etika kerja, disiplin, serta memiliki semangat belajar yang tinggi dalam menghadapi dinamika pekerjaan di lapangan.

Selain itu, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama selama kegiatan magang berlangsung. Mahasiswa diingatkan untuk selalu mematuhi prosedur keselamatan kerja yang berlaku di lokasi proyek guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Ketua Program Studi S1 Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kegiatan magang berdampak merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat dunia profesional yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, lingkungan kerja di proyek konstruksi memiliki dinamika yang berbeda dengan suasana akademik di kampus. Di lapangan, mahasiswa akan belajar mengenai kerja tim, komunikasi yang efektif, serta kemampuan mengambil keputusan dalam berbagai situasi.

Di sisi lain, keberadaan mahasiswa magang juga memberikan manfaat bagi pihak proyek. Mahasiswa dapat membantu berbagai kegiatan pendukung seperti pencatatan data proyek, pengamatan proses pekerjaan, serta dokumentasi kegiatan konstruksi.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., mengapresiasi kegiatan magang yang diikuti mahasiswa Teknik Sipil tersebut. Ia menilai pengalaman praktik lapangan sangat penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam proyek nyata tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun kompetensi profesional.

Ia berharap melalui program magang di proyek pembangunan Rumah Sakit Urip Sumoharjo ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang berharga serta memperluas wawasan mereka mengenai dunia konstruksi.

Ke depan, kerja sama antara perguruan tinggi dan industri diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak mahasiswa yang mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan.

Melalui kolaborasi tersebut, proses pembangunan infrastruktur tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknik sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *