SIBERMEDIA. NET, METRO – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) meresmikan HUB Pekerja Migran Indonesia (PMI) Terdidik Bidang Kesehatan Provinsi Lampung dalam rangkaian kegiatan Kuliah Umum yang berlangsung di Auditorium Gedung dr. Soetomo, Kampus III UM Metro, Selasa (6/1/2026).
Peresmian ini menjadi langkah strategis UM Metro dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja global, khususnya di sektor kesehatan.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan mitra strategis, di antaranya Anderyan Noor, S.Ikom., M.H. selaku Tenaga Ahli Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Eddy Waluyo, S.Pd. selaku Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Lampung, serta Siti Nurhayati, BSN, RN, MSc. Direktur PT Al Habib Global Talent.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa UM Metro terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga berorientasi pada kesiapan kerja lulusan.
Menurutnya, nilai profetik profesional yang menjadi ciri khas perguruan tinggi Muhammadiyah diwujudkan melalui upaya membebaskan dan memberdayakan mahasiswa agar memiliki masa depan yang jelas dan terarah. Salah satunya dengan membuka akses informasi serta peluang kerja yang legal dan terjamin.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan lulusannya tidak berhenti pada ijazah, tetapi mampu masuk ke dunia kerja yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Nyoto menjelaskan bahwa penguatan ekosistem karier melalui Pusat Karier dan Inkubator Bisnis, serta rencana pengembangan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), menjadi bagian dari komitmen UM Metro dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, mahasiswa mendapatkan gambaran komprehensif mengenai peluang kerja di luar negeri, khususnya bagi tenaga kesehatan profesional.
Beberapa negara tujuan penempatan yang diperkenalkan antara lain kawasan Timur Tengah, Jepang, dan Jerman, dengan mekanisme penempatan yang legal, aman, dan terproteksi.
Peluncuran UM Metro sebagai HUB PMI Terdidik Bidang Kesehatan diharapkan menjadi awal terbentuknya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra industri dalam menyiapkan tenaga kesehatan Indonesia yang kompeten, berdaya saing internasional, serta berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Selain diikuti oleh sivitas akademika UM Metro, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi penyelenggara program studi kesehatan di Provinsi Lampung, di antaranya Universitas Malahayati, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Universitas Dharma Wacana Metro, Universitas Aisyah Pringsewu, dan Universitas Mitra Indonesia (UMITRA). Kehadiran para peserta tersebut mencerminkan semangat sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan kesehatan di tingkat nasional maupun global.










