https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

PTPN IV PalmCo Turunkan 27 Alat Berat, Akses Desa Terdampak Banjir di Madina dan Aceh Tamiang Kembali Terbuka

SIBERMEDIA. NET, Sumut – Upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang terus dilakukan. PTPN IV PalmCo, sub holding PTPN III (Persero), berperan aktif mendukung pemerintah daerah melalui pengerahan puluhan alat berat guna membuka akses desa, membersihkan lumpur, serta memulihkan infrastruktur dasar masyarakat.

Sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan, PalmCo mengoperasikan 27 unit alat berat yang tersebar di sejumlah titik terdampak di dua provinsi. Armada tersebut terdiri dari mini excavator, wheel loader, dan truk operasional yang digunakan untuk pembersihan material banjir, normalisasi sungai, pembukaan jalan desa, hingga membantu kebutuhan teknis pemerintah daerah di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, menyebut keterlibatan PalmCo sebagai bentuk nyata sinergi antarlembaga pemerintah dalam penanganan bencana.

“Pemanfaatan alat berat ini merupakan bagian dari kolaborasi antarpemerintah dalam pemulihan pascabencana. PTPN sebagai BUMN adalah bagian dari pemerintah yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat,” ujar Atika, Kamis (18/12/2025).

Ia menambahkan, sejumlah alat berat difokuskan untuk normalisasi aliran sungai serta membantu pemulihan lahan pertanian dan persawahan warga yang tertutup sedimentasi. Menurutnya, dukungan tersebut mempercepat pemulihan infrastruktur dan menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat.

Dampak positif juga dirasakan di Aceh Tamiang. Di Kecamatan Simpang Kanan, beberapa desa sempat terisolasi akibat jalan dan jembatan tertutup lumpur tebal. Kehadiran alat berat menjadi solusi awal untuk membuka kembali akses menuju permukiman dan posko pengungsian.

Ratnasari, warga Desa Simpang Kanan, mengatakan aktivitas warga sebelumnya lumpuh akibat tertutupnya jalan. “Setelah alat berat diturunkan, jalan mulai terbuka dan bantuan bisa masuk. Kami perlahan bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.

Warga lainnya, Sumarni, menyebut pembersihan lumpur di fasilitas umum, seperti masjid dan jalan desa, membawa dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. “Ibadah sudah bisa berjalan lagi dan warga bisa melintas seperti biasa,” katanya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pengerahan alat berat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan daerah terdampak. Fokus utama perusahaan, kata dia, adalah mempercepat pembukaan akses dan pemulihan infrastruktur dasar.

“Kami telah menurunkan 27 unit alat berat sejak masa banjir hingga pemulihan. Kegiatannya meliputi pembukaan jalan, pembersihan material banjir, normalisasi sungai, dan dukungan distribusi bantuan,” jelas Jatmiko.

Ia menambahkan, kehadiran PalmCo merupakan wujud komitmen BUMN untuk selalu hadir bersama masyarakat dan pemerintah daerah, terutama dalam situasi darurat. “Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Kami akan terus bersinergi sampai kondisi benar-benar pulih,” tutupnya.

Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan masyarakat ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi bencana, sekaligus memastikan negara hadir memberikan dampak nyata bagi warga terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *