https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Pelatihan Kader Posyandu di Desa Suka Banjar Perkuat Pemanfaatan Buku KIA untuk Cegah Stunting

SIBERMEDIA.NET,Pesawaran — Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Tanjungkarang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui pelatihan kader posyandu di Desa Suka Banjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 28 November 2025 ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri serta memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai alat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.

Tim PKM terdiri dari Arie Nugroho, S.Gz., M.Gz.; Dewi Sri Sumardilah, SKM, M.Kes; Bertalina, SKM, M.Kes; Roza Mulyani, SKM, MKM; Endang Sri Wahyuni, SST., MPH; Dr. Anggun Rusyantia, SP, M.EP; Yulia Novika J., SP, MKM; dan Riska Nur Suci Ayu, S.ST., M.Gz. Sebanyak 15 kader dari tiga posyandu di Desa Suka Banjar mengikuti kegiatan tersebut.

Latar Belakang Tingginya Kasus Stunting
Kabupaten Pesawaran mencatat prevalensi stunting sebesar 25,1% pada tahun 2022 (SSGI 2022). Berkat berbagai intervensi, termasuk peningkatan peran kader posyandu dan pemanfaatan dana desa, angka tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 10% pada 2023 (SKI 2023).

Meskipun demikian, Desa Suka Banjar—yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Bernung—masih menghadapi tantangan berupa pencatatan status gizi yang belum optimal dan ditemukannya beberapa balita dengan pertumbuhan di bawah standar.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri yang benar serta pemanfaatan Buku KIA sebagai alat pencatatan yang akurat.

Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi Kader
Ketua Tim PKM, Arie Nugroho, S.Gz., M.Gz., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan pengukuran antropometri (berat badan, tinggi/panjang badan, dan lingkar lengan atas) serta kemampuan membaca grafik pertumbuhan pada Buku KIA.

Kegiatan dimulai dengan pre-test, dilanjutkan sesi praktik pengukuran langsung di posyandu, dan pendampingan penggunaan Buku KIA untuk menilai status gizi balita. Pelatihan dipandu oleh dosen serta mahasiswa Jurusan Gizi.

Apresiasi Pemerintah Desa Kepala Desa Suka Banjar yang diwakili Kasi Kesra, Prayitno, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan dapat dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun.

“Dengan peningkatan kompetensi kader, kami berharap angka stunting di Desa Suka Banjar dapat terus ditekan dan tidak muncul kasus baru. Kader yang terampil akan lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Capaian Kegiatan Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri serta pemanfaatan Buku KIA sebagai instrumen pemantauan tumbuh kembang balita. Diharapkan kemampuan ini akan mendukung upaya pencegahan stunting secara lebih optimal di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *