SIBERMEDIA. NET, Bandar Lampung — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Universitas Bandar Lampung (UBL). Program Studi Ilmu Komunikasi jenjang Sarjana (S1) di kampus tersebut resmi memperoleh akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK).
Penetapan akreditasi tertinggi tersebut tercantum dalam Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 070/AK.03.05/2026 yang diterbitkan pada 2 Maret 2026. Melalui keputusan itu, Prodi Ilmu Komunikasi UBL dinyatakan telah memenuhi seluruh standar penilaian akreditasi dan berhak menyandang status Terakreditasi Unggul dengan masa berlaku mulai 8 April 2025 hingga 8 April 2030.
Capaian ini mencerminkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang dijalankan oleh program studi tersebut, mulai dari tata kelola akademik, kualitas dosen, kelengkapan fasilitas, hingga kurikulum yang disusun sesuai kebutuhan industri komunikasi. Selain itu, produktivitas penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penilaian akreditasi tersebut.
Rektor Universitas Bandar Lampung, M. Yusuf S. Barusman, menyampaikan bahwa keberhasilan meraih akreditasi Unggul merupakan hasil kerja keras seluruh civitas academica yang telah melalui proses panjang. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti komitmen UBL dalam menjaga kualitas pendidikan serta memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan industri komunikasi.
Ia menambahkan bahwa status akreditasi Unggul juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan sehingga mampu berkarier secara profesional di berbagai sektor industri komunikasi.
Dengan tambahan akreditasi tersebut, Universitas Bandar Lampung semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di wilayah LLDIKTI Wilayah II yang memiliki jumlah program studi terakreditasi Unggul atau A terbanyak.
Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi dorongan bagi Prodi Ilmu Komunikasi UBL untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, seperti industri media, lembaga pemerintah, dan institusi strategis lainnya, guna menciptakan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.










