SIBERMEDIA. NET, BANDAR LAMPUNG, — Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompetitif melalui program pemagangan Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026. Sebanyak 222 mahasiswa diterjunkan ke 47 instansi mitra yang berasal dari lembaga pemerintah, sektor swasta, hingga industri.
Penempatan mahasiswa disesuaikan dengan minat sektor industri dan target profesi masing-masing. Mitra magang mencakup lembaga legislatif, kementerian, perbankan, perusahaan pertambangan dan manufaktur, media nasional, perhotelan, perkebunan, perusahaan jasa, industri kreatif, kantor hukum, hingga organisasi profesi.
Program bertajuk “Magang Berdampak” ini merupakan bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman yang selaras dengan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Melalui program tersebut, mahasiswa didorong memperoleh pengalaman belajar di luar kampus yang memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan.
Rektor UBL, M. Yusuf S. Barusman, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa saat pelepasan program di Aula Gedung F UBL, Senin (2/3/2026). Ia menilai kegiatan magang menjadi media strategis untuk memantapkan arah karier mahasiswa.
“Kegiatan ini sejalan dengan kurikulum UBL yang mengakomodasi minat dan profesi mahasiswa serta menjadi media strategis untuk memantapkan arah karier dan masa depan. Mahasiswa memiliki kesempatan mengenali industri tempat magang, memahami implementasi di lapangan, sekaligus menerapkan ilmu yang telah dipelajari,” ujar Yusuf.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan dampak nyata selama pelaksanaan magang. Menurut dia, mahasiswa akan diberikan proyek untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta menghadirkan solusi yang aplikatif.
“Pengalaman magang menjadi sangat penting agar mahasiswa memiliki keunggulan kompetitif dan terbiasa menghadapi dinamika dunia kerja,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III UBL, Bambang Hartono, mengatakan mahasiswa akan mendapatkan pendampingan penuh dari dosen pembimbing selama program berlangsung. Sebanyak 45 dosen pembimbing ditugaskan melakukan supervisi akademik dan evaluasi capaian pembelajaran.
Mahasiswa peserta magang berasal dari Program Studi Administrasi Bisnis, Hukum, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Informatika, serta Sistem Informasi. Pendampingan dilakukan sejak proses pembimbingan awal, pelaksanaan proyek, hingga penyusunan laporan akhir.
Program Magang Berdampak ini juga menjadi bagian dari dukungan UBL terhadap kebijakan Diktisaintek Berdampak melalui pemberian pengalaman belajar di luar kampus selama minimal satu semester, baik di dalam maupun luar Provinsi Lampung.
Mengusung konsep Project-Based Internship, program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, serta bekerja sama dalam situasi nyata. Melalui proyek yang dikerjakan bersama dosen pembimbing, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret dan memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja setelah lulus.










