https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, PalmCo Bidik Posisi Perusahaan Sawit Terbaik Dunia

SIBERMEDIA. NET, Pekanbaru – Dukungan pemegang saham terhadap transformasi industri sawit nasional terus diperkuat. Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja jajaran manajemen Danantara ke unit operasional PTPN IV PalmCo di Regional III Kebun Sei Pagar, Kabupaten Kampar, Riau.

Kunjungan tersebut dipimpin Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro bersama Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi.

Agenda ini menjadi bagian dari sinergi strategis antara Danantara dan PalmCo, yang merupakan entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

Dalam peninjauan lapangan, rombongan melihat langsung implementasi berbagai program transformasi yang tengah berjalan. Sejumlah inisiatif yang menjadi sorotan antara lain digitalisasi sistem pemantauan kebun melalui dashboard terpadu, penerapan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas, optimalisasi pengelolaan limbah sebagai sumber energi terbarukan, serta pemanfaatan biota alami guna mendukung peningkatan hasil panen.

Setyanto Hantoro menilai PalmCo sebagai salah satu aset strategis nasional dengan potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Menurutnya, konsistensi standar kerja dan semangat transformasi di setiap regional akan menjadi kunci untuk membawa perusahaan ke level tertinggi.

“Apabila seluruh regional memiliki standar kinerja dan konsistensi seperti yang kami lihat hari ini, saya optimistis PalmCo dapat menjadi world best company,” ujarnya.

Ia menegaskan, transformasi sektor perkebunan tidak cukup berhenti pada tahap perencanaan, melainkan harus diwujudkan melalui eksekusi menyeluruh dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung kemandirian pangan, energi, dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.

Senada dengan itu, Riko Banardi menyebut kunjungan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai model bisnis sawit terintegrasi yang dijalankan perusahaan. Ia mengapresiasi kejelasan arah bottom line perusahaan, serta keseimbangan antara digitalisasi, mekanisasi, dan penguatan sumber daya manusia.

Sementara itu, Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa menegaskan setiap inisiatif transformasi dijalankan berbasis uji coba dan perhitungan matang. Seluruh program diuji melalui demplot, dikalibrasi, serta dievaluasi efektivitasnya sebelum diterapkan secara luas.

“Jika setelah diuji hasilnya tidak efektif, maka tidak dilanjutkan. Prinsip kami sederhana: harus berdampak nyata terhadap produktivitas dan efisiensi,” jelasnya.

Saat ini PalmCo mengelola lebih dari 600.000 hektare lahan perkebunan sawit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan Regional III menjadi salah satu dari tujuh regional operasional.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat produktivitas CPO sebesar 4,70 ton per hektare per tahun atau meningkat 9 persen dibanding periode sebelumnya. Laba bersih juga mencapai Rp6,19 triliun, setara 170 persen dari target RKAP.

Meski kinerja menunjukkan tren positif, manajemen mengakui masih terdapat tantangan berupa disparitas capaian antarregional. Karena itu, penguatan kolaborasi internal dan dukungan pemegang saham dinilai krusial untuk memastikan transformasi berjalan merata.

Melalui langkah modernisasi yang terukur dan berkelanjutan, Holding Perkebunan Nusantara di bawah PTPN III (Persero) terus mendorong BUMN perkebunan agar semakin adaptif, efisien, dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *