SIBERMEDIA. NET, Bandar Lampung – Komitmen internasionalisasi pendidikan tinggi kembali ditegaskan Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui pengiriman mahasiswa dalam program University of Kitakyushu Student Exchange Research Program (UK-SERP).
Program ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan UBL dalam memperkuat kolaborasi global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Prosesi pelepasan mahasiswa berlangsung di kampus UBL dan dihadiri jajaran pimpinan akademik. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset dan Inovasi, Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D, menekankan bahwa pengalaman internasional merupakan investasi penting dalam membentuk karakter, wawasan, dan kepemimpinan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti program ini memikul tanggung jawab sebagai representasi institusi dan bangsa. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme selama menjalani kegiatan akademik di Jepang.
Selama berada di Negeri Sakura, para mahasiswa akan mengikuti rangkaian workshop, seminar internasional, serta kegiatan kolaboratif lintas budaya bersama mahasiswa dari berbagai negara. Selain memperkaya kompetensi akademik, program ini juga diharapkan memperkuat kemampuan komunikasi global dan memperluas perspektif kebangsaan.
UBL memilih Jepang bukan tanpa alasan. Negara tersebut dikenal memiliki sistem pendidikan dan budaya kerja yang kuat, ditopang nilai-nilai seperti kaizen (perbaikan berkelanjutan), ganbaru (ketangguhan dan semangat pantang menyerah), serta giri (tanggung jawab moral). Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam membentuk lulusan yang adaptif dan berdaya saing tinggi di era global.
Ketua Program Studi Arsitektur UBL, Dr. Eng. Haris Murwadi, menjelaskan bahwa tahun 2026 menandai satu dekade konsistensi UBL mengirim mahasiswa ke The University of Kitakyushu, Jepang. Pada kesempatan kali ini, empat mahasiswa terpilih akan mengikuti International Design Workshop yang didukung oleh Japan Student Services Organization (JASSO).
Program yang berlangsung selama 16 hari, mulai 23 Februari hingga 10 Maret 2026 di Kota Kitakyushu tersebut menjadi wadah kolaborasi desain internasional. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga kesempatan terlibat dalam proyek desain yang memperkaya perspektif global serta meningkatkan kompetensi profesional, khususnya di bidang arsitektur dan teknik.
Sejak pertama kali dijalankan, UK-SERP telah diikuti oleh 41 alumni UBL. Sejumlah peserta bahkan melanjutkan studi magister dan doktoral di universitas mitra di Jepang dengan dukungan beasiswa pemerintah setempat. Capaian ini menegaskan bahwa program pertukaran internasional bukan sekadar agenda mobilitas mahasiswa, melainkan jembatan strategis menuju akses pendidikan global yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.










