SIBERMEDIA.NET,BANDAR LAMPUNG– Kampus Terbaik di Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia menggelar salat tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Asmaul Yusuf kampus setempat, Selasa (malam).
Salat tarawih tersebut diikuti langsung oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA, jajaran dosen, karyawan, serta mahasiswa. Pembina Yayasan, Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., turut hadir dan melaksanakan salat tarawih berjamaah.
Sebelum pelaksanaan salat tarawih, tausiyah disampaikan oleh mahasiswa Informatika, Atri Wiraguna. Dalam ceramahnya, Atri mengingatkan bahwa Ramadan tahun ini tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi harus menjadi titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Menurutnya, tujuan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan membentuk ketakwaan. Takwa, kata dia, adalah kesadaran penuh bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi setiap perbuatan hamba-Nya.
“Jika di siang hari kita mampu menahan diri dari yang halal karena Allah, maka seharusnya kita lebih mampu meninggalkan yang haram karena Allah,” ujarnya.
Atri juga mengutip hadits Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim: “Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Ia menekankan bahwa salat tarawih hendaknya dilaksanakan bukan sekadar tradisi, melainkan didasari keimanan dan harapan akan pahala dari Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Atri menyebut Ramadan sebagai madrasah jiwa. Di bulan suci ini, umat Islam dilatih untuk disiplin waktu, mengendalikan diri, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk memasang niat yang kuat sejak malam pertama Ramadan. “Jangan tunggu malam ke-27 untuk serius. Jangan tunggu semangat turun baru memperbaiki diri. Justru awal inilah fondasinya,” katanya.
Atri juga mengimbau jamaah membuat target ibadah selama Ramadan, seperti menargetkan khatam Al-Qur’an, memperbaiki kualitas salat, meninggalkan satu kebiasaan buruk, serta memperbanyak sedekah.
“Karena Ramadan tidak pernah gagal mengangkat derajat seseorang. Yang gagal adalah kita yang tidak sungguh-sungguh memanfaatkannya,” tuturnya.
Kegiatan tarawih perdana ini berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan. Civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia berharap Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan hingga akhir bulan suci.










