https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

PTPN IV Regional V Lampaui Target PSR 2025, Realisasi Tembus 5.592 Hektare

SIBERMEDIA. NWT, — Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PTPN IV Regional V kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan melampaui target Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Tahun 2025.

Hingga akhir tahun, realisasi PSR PTPN IV Regional V tercatat mencapai 5.592 hektare atau 100,45 persen dari target yang ditetapkan seluas 5.569 hektare.

Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam mendorong peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Program PSR dilaksanakan melalui peremajaan tanaman sawit tua dan tidak produktif menggunakan bibit unggul bersertifikat.

Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun, menjaga kesinambungan produksi crude palm oil (CPO), serta memperkuat daya saing industri sawit nasional secara berkelanjutan.

Selain berdampak pada peningkatan ekonomi petani, pelaksanaan PSR juga berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan karena dilakukan tanpa membuka lahan baru.

Pendekatan tersebut sejalan dengan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang mendukung ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pendanaan Program PSR didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang bersumber dari pungutan ekspor kelapa sawit.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp60 juta per hektare sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga menjadi stimulus penting bagi petani untuk melakukan peremajaan kebun secara terencana.

Keberhasilan PSR ini tidak terlepas dari sinergi PTPN IV Regional V dengan Koperasi Unit Desa (KUD), kelompok tani, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), serta PT Sucofindo.

Selain itu, peran Distrik Petani Mitra (DPM) PTPN IV Regional V sebagai penanggung jawab program turut memastikan pendampingan teknis dan koordinasi berjalan optimal.

Kepala Bidang Tanaman Plasma/KKPA DPM PTPN IV Regional V, Sumedi Joko Purwanto, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang dibangun secara konsisten.

“Keberhasilan realisasi Program PSR ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara PTPN IV Regional V, koperasi, dan kelompok tani,” ujarnya.

Ia menegaskan perusahaan berkomitmen terus mendukung PSR guna meningkatkan produktivitas sawit rakyat dan keberlanjutan sektor perkebunan.

Sementara itu, General Manager DPM PTPN IV Regional V, Arry Asnawi, menyebut Program PSR merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi petani.

“Program Peremajaan Sawit Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan kebun dan produktivitas di masa mendatang,” kata Arry.

Ia mengakui masih ada keraguan dari sebagian petani, terutama saat harga sawit relatif tinggi.

Namun, menurutnya, Program PSR justru sangat membantu pembiayaan replanting yang membutuhkan biaya besar.

“Penundaan peremajaan berpotensi menurunkan produktivitas kebun di masa depan,” jelasnya.

Arry menambahkan, pada tahun 2026 PTPN IV Regional V menargetkan PSR seluas 4.800 hektare.

Target tersebut masing-masing terdiri dari 2.400 hektare di Kalimantan Barat serta 2.400 hektare di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Untuk merealisasikan target itu, perusahaan akan memperkuat koordinasi dengan koperasi, kelembagaan petani, pemerintah daerah, hingga perbankan.

Selain itu, kesiapan administrasi, legalitas lahan, dan pendampingan teknis kepada petani juga terus dipastikan.

Di sisi lain, Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat tata kelola dan kolaborasi program guna mendorong produktivitas, kesejahteraan petani, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *