SIBERMEDIA. NET, Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kota Bandar Lampung kembali menyelenggarakan pelatihan pemotongan hewan berbasis kompetensi guna meningkatkan kualitas dan profesionalitas juru sembelih halal.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung A1 Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Minggu (18/1/2026), dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Pelatihan tersebut dihadiri Ketua DPW Juleha Provinsi Lampung Salludin, Dewan Syariah DPD Juleha Kota Bandar Lampung Fadhli Yusuf, Lc., M.Pd., Ketua DPD Juleha Kota Bandar Lampung Abd. Arvan, S.T., M.Pd., dosen Fakultas Pertanian Unila drh. Purnama Edy S., M.Si., serta para juru sembelih dari Bandar Lampung dan Kota Metro.
Ketua Pelaksana kegiatan, TB H Mohammad Nur, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali para juru sembelih dengan pengetahuan dan keterampilan penyembelihan hewan yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan standar halal.
“Pelatihan ini kami selenggarakan agar para juru sembelih memahami tata cara penyembelihan yang benar sesuai syariat Islam. Ini penting untuk menjamin kehalalan produk hewan yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan juru sembelih halal memiliki posisi strategis dalam rantai penyediaan pangan halal. Oleh karena itu, Juleha mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan sistem jaminan produk halal.
Peserta pelatihan berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pengurus masjid, masyarakat umum, hingga pelaku usaha pemotongan unggas dan sapi. Selain dari Bandar Lampung, peserta juga datang dari daerah lain seperti Bukit Kemuning, Tulang Bawang Barat, dan wilayah sekitarnya. Total peserta tercatat sekitar 84 orang.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi teori dan praktik, meliputi penentuan titik sembelih, pemeriksaan kondisi dan kesegaran hewan, hingga teknik mengasah pisau agar proses penyembelihan berjalan cepat, tepat, dan sesuai standar halal.
Sementara itu, Ketua DPD Juleha Kota Bandar Lampung, Abd. Arvan, S.T., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan juru sembelih halal, khususnya di sektor usaha unggas.
“Permintaan pelatihan cukup tinggi. Terakhir kami laksanakan pada November 2025, dan kali ini kami adakan kembali untuk menjawab kebutuhan para praktisi di lapangan,” katanya.
Arvan menegaskan bahwa pelatihan ini diarahkan untuk mencetak juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi, sehingga dapat mendukung penerapan sistem jaminan halal di masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini DPD Juleha Bandar Lampung telah bersinergi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Lampung. Pemerintah bahkan menyediakan kuota sertifikasi gratis bagi sekitar 42 ribu juru sembelih halal, meski hingga kini baru sekitar 5 ribu yang mendaftar.
“Kami mengimbau para penyembelih yang belum bersertifikat untuk segera mendaftar. Sertifikasi ini gratis melalui BPJPH, dan batas waktunya hingga Oktober 2026,” jelasnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Kepala Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila, Dr. Ir. Arif Qisthon, M.Si. Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Juleha Lampung dan Fakultas Pertanian Unila dalam mengedukasi masyarakat.
“Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk RPH, tempat pemotongan unggas, pedagang ayam pasar, hingga panitia kurban. Kami berharap mereka mampu menerapkan penyembelihan halal yang sesuai syariat serta memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kualitas juru sembelih halal di masyarakat semakin meningkat sehingga produk hewani yang dikonsumsi benar-benar terjamin kehalalan, keamanan, dan kesehatannya.










