SIBERMEDIA. NET, WAY KAMBAS – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Dwita Ria Gunadi, menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesejahteraan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang bertugas di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.
Ia menilai para petugas lapangan tersebut belum mendapatkan perlindungan dan penghargaan yang layak atas risiko besar yang mereka hadapi.
Dwita Ria mengungkapkan keprihatinannya karena anggota MMP yang berperan penting dalam pengamanan kawasan konservasi serta mitigasi konflik satwa liar hanya menerima insentif sekitar Rp240 ribu per bulan dan belum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, MMP merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan ancaman di lapangan, termasuk konflik dengan satwa liar seperti gajah. Oleh karena itu, peningkatan kesejahteraan dan jaminan perlindungan kerja menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Selain menyoroti kesejahteraan MMP, Dwita Ria juga menekankan pentingnya percepatan penanganan konflik antara manusia dan gajah yang kerap terjadi di wilayah penyangga TNWK. Ia menilai pembangunan tanggul atau pagar pengaman gajah tidak seharusnya bergantung pada skema anggaran multi years yang memakan waktu lama.
Untuk mempercepat solusi, ia mendorong Pemerintah Provinsi Lampung agar melibatkan perusahaan-perusahaan besar di daerah tersebut melalui skema kolaborasi dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendukung pembangunan infrastruktur pengaman.
Dwita Ria mengingatkan bahwa konflik manusia dan gajah telah menimbulkan korban jiwa, termasuk peristiwa meninggalnya seorang kepala desa di Lampung Timur pada 31 Desember lalu saat berupaya menghalau gajah liar yang masuk ke permukiman warga.
Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak.
Ia menegaskan, penanganan konflik satwa liar harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, perlindungan petugas lapangan, serta tetap menjaga kelestarian satwa dan keseimbangan ekosistem.










