SIBERMEDIA. NET, BANDAR LAMPUNG, Bandar Lampung – Momentum bersejarah tercipta di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan. Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW untuk pertama kalinya digelar di Masjid Agung Al Hijrah, Jumat (16/1/2026).
Acara ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya aktivitas keagamaan di pusat calon perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung tersebut.
Adapun rangkaian acara diawali dengan solat jumat berjamaah, dilanjutkan tausiyah peringatan Isra Miraj 1447 Hijriyah/2026 Masehi.
Kegiatan ini sendiri turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP yang juga menjabat Ketua Umum Forum Silaturahmi Muslim Lampung (Formusila), Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, Civitas Akademika Universitas Teknokrat Indonesia, Tokoh Masyarakat, Ulama, hingga akademisi.
Ketua Pembangunan Masjid Agung Al Hijrah yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Nasrullah Yusuf, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini.
Ia menuturkan, Masjid Al Hijrah kini bertransformasi menjadi bangunan yang representatif dengan fasilitas interior yang mulai tertata rapi.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan peringatan Isra Miraj yang pertama di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru. Ini menjadi sejarah dan mudah-mudahan ke depan kegiatan keagamaan lainnya terus berlanjut,” ujar Nasrullah Yusuf, Jumat (16/1/2026).
Ia menekankan bahwa keberadaan masjid ini merupakan titik awal bagi kelanjutan pembangunan kawasan Kota Baru secara menyeluruh.
“Masjid ini diharapkan menjadi pusat kehidupan kawasan Kota Baru. Kita berdoa pembangunan Kota Baru bisa terus berlanjut dan dipercepat,” tambahnya.
Meskipun saat ini kondisi sekitar masjid masih dalam tahap pembenahan, namun Nasrullah mengungkapkan bahwa masjid ini sudah menunjukkan kesiapan untuk melayani jamaah.
Ia pun menegaskan kesiapan Masjid Al Hijrah untuk menyambut para jamaah menjelang bulan suci Ramadhan mendatang.
Meski pembangunan belum sepenuhnya selesai, namun Nasrullah mengungkapkan bahwa masjid ini telah dilengkapi berbagai fasilitas berkualitas, mulai tempat wudhu yang nyaman, hingga ruangan VIP khusus untuk tamu dan kegiatan tertentu.
“Harapan kita, pembangunan ini bisa berlanjut lebih cepat. Untuk kapan rampungnya, itu ranah teknis, yang terpenting adalah prosesnya terus berlanjut dan tidak terputus,” pungkasnya.
Hal senada diungkapkan mantan Gubernur Lampung, sekaligus Ketua Umum Formusila Sjachroedin ZP, yang menegaskan pentingnya pembangunan masjid ini sebagai tonggak awal keberlanjutan Kota Baru.
“Kita lihat pembangunannya berjalan terus, dan ini murni pembangunan secara mandiri. Kita harapkan ini menjadi awal keberlanjutan Kota Baru,” kata Sjachroedin.
Menurut Sjachroedin, pembangunan Kota Baru memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat melalui pemusatan berbagai fasilitas pemerintahan dan pelayanan publik dalam satu kawasan.
“Yang jelas tujuannya adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang terpusat di satu kawasan,” kata dia.
Sementara itu, mantan Penjabat Gubernur Lampung yang juga Ketua Harian Formusila, Samsudin mengungkapkan bahwa kondisi Masjid Agung Al Hijrah sebelumnya masih jauh dari layak saat awal dirinya menjabat.
“Dulu di kawasan ini rumputnya masih tinggi dan bocor di mana-mana. Lalu kita awali kegiatan perdana dengan memulai upacara 17 Agustus. Setelah itu Tabligh Akbar Indonesia Berdoa juga diselenggarakan di sini,” ungkapnya.
Ia berharap Masjid Agung Al Hijrah menjadi simbol persatuan umat Islam dan mendukung kelancaran pembangunan Kota Baru sebagai calon pusat pemerintahan Provinsi Lampung.
“Isra Miraj mengajarkan persatuan dan ukhuwah. Dengan kebersamaan, semoga pembangunan di sini terus berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Kegiatan peringatan Isra Miraj ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi simbol optimisme bahwa Kota Baru akan segera menjadi pusat peradaban dan pusat pelayanan publik yang menunjang kesejahteraan masyarakat.










