https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Mahasiswa UM Metro Dampingi KWT Rejoagung Kembangkan Produk Unggulan Berbasis Potensi Desa

SIBERMEDIA. NET, Lampung Timur – Tim Mahasiswa Berdampak Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melaksanakan kegiatan pendampingan pengembangan produk unggulan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Rejoagung, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus KWT dalam mengolah potensi desa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Pendampingan dilaksanakan selama empat hari, yakni pada 6–7 dan 13–14 Desember 2025, bertempat di Rumah Cendikia KWT Rejoagung. Selama kegiatan berlangsung, para pengurus KWT mendapatkan pembekalan dan pendampingan intensif terkait pengelolaan serta pengembangan produk agar mampu bersaing di pasaran.

Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan pemahaman tentang pemetaan potensi desa sebagai dasar pengembangan produk unggulan. Tim Mahasiswa Berdampak UM Metro mendampingi peserta mulai dari proses identifikasi potensi lokal, perumusan ide produk, hingga teknik pengemasan dan peningkatan kualitas produk hasil KWT.

Kegiatan pendampingan menghadirkan narasumber Dr. Ir. Eva Rolia, M.T., M.KM., yang menyampaikan materi mengenai strategi pengembangan produk berbasis potensi desa, peningkatan mutu produk, serta upaya menambah nilai ekonomi hasil olahan KWT. Materi disampaikan secara interaktif dan dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan produk.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan pendampingan langsung untuk menggali peluang serta solusi atas kendala yang dihadapi pengurus KWT dalam pengembangan produk. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan antusias menyampaikan gagasan maupun permasalahan yang dihadapi.

Melalui pendampingan ini, Tim Mahasiswa Berdampak UM Metro berharap produk-produk KWT Desa Rejoagung dapat berkembang secara berkelanjutan, memiliki daya saing yang lebih baik, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan anggota KWT dan masyarakat Desa Rejoagung secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *