SIBERMEDIA. NET,BALI – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia yang juga Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menyerahkan cenderamata kepada Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono di sela Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan milad ke-35 ICMI di Bali hari ini.
Nasrullah menyerahkan tapis khas Lampung serta wastra aksara batik khas Lampung karya mahasiswa Teknokrat.
Tim Universitas Teknokrat Indonesia sukses mengusung Wastra Aksara Batik Cap Lampung sehingga mendapat pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2025 (P2MW) kategori industri kreatif, seni, dan budaya.
Tim ini terdiri dari dosen pembimbing Suprayogi, S.S., M.Hum, ketua tim mahasiswa Insani Maria Ulfa, dan anggota (Insani Maria Ulfa, Yoan Meyral Sinaga, dan Tiara Intri Vena Simbolon).
Wastra Aksara adalah bisnis batik cap yang mengangkat aksara Lampung sebagai motifnya. “Wastra” berarti kain dan “aksara” berarti huruf-huruf.
Dengan mengangkat tagline “Indonesian timeless script Batik”, Wastra Aksara fokus kepada konsumen dewasa muda di perkotaan, yang ingin tampil dengan fashion batik dengan warna dan style yang modern serta dapat dipakai di berbagai kesempatan.
Wastra Aksara percaya lahir di tengah gempuran batik cetak dari China dan Indonesia yang berpengaruh besar pada geliat industri batik di Indonesia.
Dengan semangat mempopulerkan batik sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO, Wastra Aksara (Instagram: wastra.aksara) ingin meningkatkan kesadaran anak muda tentang batik asli , bukan batik printing.
Lahirnya Wastra Aksara turut serta meramaikanan industri batik di Lampung, yang saat ini dominasi oleh industri batik tulis dan tekstil bermotif batik.
Menteri Koperasi menyambut baik suvenir bikinan mahasiswa Teknokrat ini. Ia mengatakan, produk semacam ini mempunyai nilai ekonomi tinggi dan mempertahankan budaya khas Indonesia.










