https://sibermedia.net/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-24-at-13.49.51.jpeg

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf jadi moderator dalam seminar nasional FRI 2025

SIBERMEDIA. NET, PONTIANAK – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM Nasrullah Yusuf, berperan sebagai moderator dalam seminar nasional yang menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 23 November 2025, dalam rangkaian Forum Rektor Indonesia (FRI) yang digelar di Universitas Tanjungpura.

Seminar ini mengangkat tema “Perguruan Tinggi sebagai Pusat Pertumbuhan Berbasis Inovasi: Relevansi Pendidikan Tinggi dan Industrialisasi Menuju Indonesia Emas”, sekaligus menjadi bagian dari Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI FRI 2025.

Dalam pemaparannya, Prof. Arif Satria menegaskan pentingnya inovasi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyinggung relevansi Endogenous Growth Theory dari peraih Nobel 2018, Paul Romer, sebagai landasan bahwa inovasi harus terus dikembangkan dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Arif juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi lembaga riset—yakni bagaimana menghasilkan temuan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Untuk itu, menurutnya, perguruan tinggi harus mengambil peran lebih strategis dalam menjembatani riset dan industri.

Sebelumnya diberitakan, Dr. Nasrullah Yusuf selaku Wakil Dewan Kehormatan FRI turut menghadiri seluruh rangkaian Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI FRI yang diselenggarakan di Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat, pada 22–24 November 2025.

Kedatangan Nasrullah disambut langsung oleh Rektor Universitas Tanjungpura sekaligus Ketua FRI periode 2025–2026, Prof. Dr. Garuda Wiko.

Acara prestisius tahunan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Mendiktisaintek RI Prof. Brian Yuliarto, Wakil Mendiktisaintek RI, Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek Prof. Dr. Mukhamad Najid, serta Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan.

Hadir juga Ketua FRI periode 2024–2025 Prof. Nurhasan, jajaran Dewan Kehormatan dan Dewan Pertimbangan FRI.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Prof. Garuda Wiko menyatakan bahwa FRI mendorong seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan berbasis inovasi.

Ia berharap, Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI FRI dapat menjadi titik penting perubahan budaya akademik dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta teknologi.

Sebagai tuan rumah, Universitas Tanjungpura menjadi arena pertemuan strategis para pemimpin perguruan tinggi untuk merumuskan peran kampus dalam menyongsong era Indonesia Emas melalui penguatan riset, inovasi, dan industrialisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *